Matius 2: 12
Tradisi mudik saat natal adalah sebuah fenomena di Indonesia. Bukan saja karena sekaligus liburan tahun baru, tetapi pulang kembali ke rumah saat natal mempunyai makna perwujudan kasih kepada keluarga yang nyata, bahkan melebihi dari harapan. Walaupun sebenarnya kasih itu bisa diwujudnyatakan kapan saja dan kepada siapa saja. Dan seringkali kasih seperti ini yang kita lupakan. Lalu bagaimana kita dapat mewujudnyatakan kasih yang telah kita terima dari Allah kepada sesama kita? Mari kita belajar dari tema natal tahun ini.
Sebuah tema yang ringkas..lalu pergilah mereka melalui jalan yang lain. Tetapi bila kita memahami seluruh perikop yang melingkupi tema ini, maka kita akan mengetahui makna yang sangat dalam dalam sebaris kalimat itu. Perikop ini mengajak kita merefleksikan tentang orang-orang bijak dari Timur dengan bantuan bintang datang untuk menyembah-Nya dan mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur. Setelah mengalami sukacita dalam perjumpaan yang istimewa tersebut, orang-orang bijak itu kembali ke negerinya melalui jalan lain seperti yang ditunjukkan Tuhan (bdk. Mat. 2:12). Mereka mampu melewati tantangan, hambatan, dan kesulitan dalam perjalanan mereka mencari Yesus dan setelah berjumpa dengan-Nya mereka juga berani menempuh jalan baru yang belum tentu lebih mudah dari sebelumnya.
Melalui tema natal tahun ini, kita diajak untuk memahami bahwa “Jalan lain” itu dapat dimengerti juga secara rohani. Sesudah bertemu dengan Yesus, orang tidak lagi menjalani hidup dengan cara lama, tetapi dengan cara yang baru, menjadi manusia baru. Dengan demikian, Natal juga mengajak kita untuk menemukan jalan baru dan kreatif dalam mewartakan kasih-Nya kepada sesama dan semua makhluk ciptaan. Melalui orang-orang bijak dari Timur yang berjalan bersama-sama mencari Yesus mengajak kita untuk berjalan bersama juga, dalam menemukan kehendak Dia yang “tinggal di antara kita” untuk menegakkan Kerajaan Kasih-Nya. Dan semangat berjalan bersama ini perlu ditopang dengan sikap saling memahami, menerima, mendengarkan, dan menghargai kawan seperjalanan yaitu sesama. Amin