RENUNGAN : Kuatkan Hatimu, Berdirilah Teguh!

Bisakah kita kembali kemasa lalu? Atau dapatkah kita memperbaiki atau mengulangi keberhasilan maupun kegagalan yang terjadi pada masa lalu? Jawabannya: TIDAK BISA. Maka masa lalu biarkan ada dan selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita masing-masing. Jujurlah terhadap peristiwa masa lalu tersebut, namun jangan membiarkan masa lalu tersebut berubah menjadi belenggu yang menindih ataupun tuan yang berkuasa atas hidup saudara pada hari ini. Ibaratnya, kita harus move on dari masa lalu yang telah kita lewati. Lalu bagaimana kita bisa move on dari masa lalu dan malah belajar dari masa lalu? Kita dapat belajar dari bacaan kita saat ini.

Injil Lukas 20:27-38 yang menceritakan tentang dialog orang Saduki dengan Tuhan Yesus mengenai nasib seorang wanita yang telah dinikahi secara berurutan dari kakak hingga adik-adiknya dan semuanya wafat. Atas kejadian ini akhirnya memicu pertanyaan dari orang Saduki kepada Yesus, bagaimana nasib dan status wanita tersebut di akhir zaman nanti, siapakah yang akan menjadi suaminya? Pertanyaan ini muncul karena orang Saduki memiliki paham tidak percaya akan hari kebangkitan dan percaya bahwa hidup manusia itu berakhir pada hari kematian, sesudah itu selesai. Cara pandang semacam ini membuat orang terbelenggu, hidupnya selalu dibuat terikat dengan masa lalu dan dibuat tidak bisa melihat masa depan dengan harapan yang baru. Bahkan hidup dijalani sebatas untuk kepentingan di dunia saja tanpa mau mengakui akan adanya kebangkitan serta hidup kekal bagi jiwa. Tuhan Yesus menjawab pertanyaan mereka, bahwa akan ada kebangkitan dan hidup abadi; dan orang yang dibangkitkan serta hidup di alam kekal besok tidak ada lagi kawin dan mengawinkan; semua hidup dalam keadaan yang baru, ditebus dan dimerdekakan dari hidup fana memperoleh hidup abadi. 

Dari bacaan kita ini, kita dapat belajar bahwa, peristiwa hidup terjadi bukan sebagai lubang yang membuat kita terjerat dan terjerembab selamanya pada trauma atas peristiwa itu; tetapi kita harus kuat dan teguh berdiri, untuk bisa mentas menatap perjalanan kedepan dengan membangun harapan yang baru. Bahkan tidak perlu merasa tersakiti apalagi dipengaruhi oleh peristiwa hidup yang sudah berlalu dan membuat hidup yang dijalani hari ini terganggu ketenteramannya, tidak nyaman menjalaninya, atau ada rasa putus asa penuh penyesalan mengapa itu harus terjadi. Segera kuatkan dan teguhkan hati, karena ada yang berharga untuk kita hadapi dan jalani sekalipun peristiwanya sangat menghancurkan hati. Gunakan untuk berpijak dan bangkit kembali dengan berpegang terhadap nilai-nilai terbaik dan berharga dibalik pahitnya peristiwa kehidupan. Yakin dan percaya akan selalu ada perubahan, kemajuan, dan kemenangan jika kita tidak selalu menoleh ke belakang, tetapi berjuang untuk menatap masa depan dengan penuh harapan kepada pertolongan Tuhan. Amin.

MAAF WEBSITE SEDANG DALAM MODE maintenance

–MULTIMEDIA GKJ PALIHAN YOGYAKARTA

–GKJ PALIHAN YOGYAKARTA