RENUNGAN HARI INI :
MEMPERCAYAKAN DIRI KEPADA TUHAN
Yohanes 11: 17-38
Percaya dan memercayakan diri adalah dua hal yang tidak selalu berjalan beriringan. Seseorang bisa mengaku percaya kepada Allah, tetapi belum tentu ia memercayakan hidupnya pada pengaturan Allah. Banyak orang Kristen yang bersikap seperti ini. Baginya percaya kepada Tuhan cukup diwujudkan dalam kesetiaan beribadah seminggu sekali, dengan mengikrarkan pengakuan iman, dan dengan persembahan ala kadarnya. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat benar-benar mempercayakan diri sepenuhnya kepada pengaturan Tuhan?
Yohanes 11: 17-38 ini menceritakan tentang apa yang dirasakan oleh Marta dan Maria sebelum Lazarus dibangkitkan oleh Tuhan Yesus. Dalam kesusahan yang dialami, ternyata Marta menunjukkan iman kepercayaan yang luar biasa kepada kuasa Tuhan Yesus. Hal itu disampaikan Marta dengan perkataan “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” (Yoh. 11:21-22) Ada respons yang menarik dari ucapan Marta tersebut. Di samping protesnya, Marta juga mempercayakan penuh pada Yesus terhadap peristiwa kehilangan dan dukacita yang dialaminya. Marta berserah dan mempercayakan penuh segalanya ketika duka dan kesedihan melandanya. Kehadiran Yesus ia syukuri dan maknai sebagai hadirnya sumber pengharapan dan pemulihan bagi kedukaan dan kehampaan yang ia alami.
Pembelajaran yang luar biasa yang dapat kita petik dari perkataan dan sikap Marta ini. Ada kalanya Tuhan ijinkan masalah atau situasi sulit terjadi dengan tujuan kita belajar percaya. Jika iman percaya kita terbatas pada apa yang terlihat, dan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi, kita takkan mampu menyelami rencana dan jalan Tuhan, dan akan berarti berakhir pula iman kita. Jika kita mau memaknai setiap masalah sebagai berkat yang semakin menumbuhkan iman kepercayaan kita bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber pengharapan dan pemulihan dalam hidup itu artinya kita telah sampai pada tingkatan mempercayakan diri secara penuh kepada pengaturan Tuhan. AMIN